Alasan Kenapa Kalian Harus Mencoba Camping di Pantai5 min read

Tidak peduli kalian pecinta alam atau bukan. Sesekali, memang perlu mencumbu alam secara langsung. Menyatu dengan ciptaan-Nya dengan cara camping di pantai.

Tentu saja, pantai bukan satu-satunya tujuan untuk mendirikan tenda. Ada banyak tujuan yang bisa kita jamah di luar sana, gunung dan hutan contoh lainnya. Namun, bagi sebagain orang, pantai bisa jadi tujuan praktis dengan pengalaman yang tak kalah memuaskan dibanding dengan destinasi serupa.

Berbekal dari pengalaman pribadi, beberapa poin berikut mungkin bisa dijadikan alasan untuk menggerakkan diri untuk mulai mencoba camping di alam, pantai khususnya.

Destinasi yang Variatif

Di Jogjakarta sendiri, terdapat 70 lebih pantai yang terdaftar di dinas pariwisata. Tidak usah ditanya berapa banyak pantai yang sifatnya masih tersembunyi. Salah seorang kolega saya yang pecandu pantai, selalu menyempatkan diri tiap akhir pekan untuk menjelajah pantai baru. Itu artinya, semakin banyak pantai yang bisa dijadikan pilihan.

Padahal baru satu provinsi, di tempat lain seperti Banyuwangi dan Pacitan contohnya, juga berhamburan pantai yang indahnya tiada tara.

A photo posted by Bentang Nusantara (@bentara.id) on

Selanjutnya, tinggal dipilih sesuai kebutuhan. Mau pantai yang seperti apa? Pantai pribadi seperti Sanglen atau Watu Bolong? Pantai yang fasilitas lengkap namun masih nyaman untuk menyendiri? Atau, kalian mau mencoba sensasi lain dari pantai dengan naik ke bukit? Kosakora misalnya.

Oh, tidak hanya itu, bagi yang ingin mamadu-madankan kegiatan camping dengan kegiatan lain seperti memancing, Laut Bekah ada sebagai tujuan utama.

Barang Bawaan yang Tidak Terlalu Banyak

Camping di pantai itu sedikit lebih praktis jika dibandingkan dengan camping di gunung. Jelas, karena barang bawaan yang diperlukan tidak sebanyak ketika hiking. Sebagai contoh, bagi yang tidak mau repot berurusan dengan barang logistik, kalian bisa memilih pantai yang terdapat banyak warungnya, seperti Watu Kodok misalnya.

Dengan menjadikan Watu Kodok sebagai destinasi, kalian hanya perlu membawa satu tenda untuk tidur bersama serta camilan tambahan pelengkap suasana. Boleh lah ya bawa peralatan tambahan seperti gitar misalnya, untuk berdendang di malam hari. Menambah syahdu kegiatan camping kalian kan?

Udara di pantai tidak sedingin di gunung, malah cenderung gerah. Barang-barang yang sifatnya menghangatkan cukup dibawa seperlunya. Beberapa bawaan yang bisa dikurangi adalah jaket tebal dan sleeping bag. Lumayan loh, dua barang tersebut cukup menguras tempat di dalam tas.

Jadi, kalau camping di pantai, minimal harus bawa apa? Berikut daftar wajib barang bawaan yang harus ada:

  • Tenda bersama
  • Makanan atau camilan
  • Baju ganti dan peralatan mandi
  • Dan, peralatan tambahan seperti hiburan jika dibutuhkan

Tidak terlalu banyak kan? 😛

Kerlap-kerlip Bintang, Lampu Kapal, Api Unggun, dan Mercusuar

Ada tiga waktu yang begitu indah ketika berada di pantai; senja, pagi, dan saat malam hari. Di saat gelap gulita tiba, cobalah untuk memandang ke lautan lepas. Biasanya kita bakal melihat beberapa kapal dan awaknya yang berjuang untuk bertahan hidup demi sekarung ikan. Seringkali, hal sederhana seperti ini bisa jadi renungan bagi diri, bahwa di luar sana ada banyak orang yang mempertaruhkan nyawa di saat kita terlelap. Ah, jadi melow. ?

Tak ketinggalan pula, di sudut bibir pantai lain, terdapat sebuah mercusuar yang selalu menggerakkan lampunya membantu kapal di lautan sana. Sesekali, kita merasa disorot oleh cahayanya.

Kalau beruntung, kalian juga bisa menikmati ribuan bintang di atas sana. Sukur-sukur tidak ada polusi cahaya, sehingga nampaklah oleh mata telanjang Galaksi Bima Sakti dan Andromeda.

Api unggun? Ah, ini yang saya suka dari pantai. Di sini, kita bebas menyalakan api selama tidak terlalu dekat dengan sumber yang mudah terbakar. Sumber kayunya bisa dicari dari sekitar pantai atau membelinya dari warga sekitar. Asal jangan menebas pohon yang masih utuh ya. Dan juga, selalu bersihkan pantai dari sisa pembakaran api unggun.

Sunrise dan Sunset yang Tak Kalah Indah

Baik sunrise maupun sunset-nya, tak kalah indah dibanding gunung. Konon, sunset-nya jauh lebih menarik jika dibanding melihatnya dari ketinggian. Bayangkan, hangatnya matahari hanya nampak separuh darinya mulai tenggelam di horizon bumi. Kala itu, mata akan dimanjakan, karena warna langit dalam kondisi yang begitu indahnya.

Di pantai-pantai tertentu, malah kita bisa menyaksikan dua keindahan tersebut dalam satu tempat, sunset dan sunrise. Betul-betul seperti surga dunia kan?

Jadi, masih ragu untuk mencoba camping di pantai? 😀

Tips Berkemah di Pantai

1. Jika tidak suka keramaian, pilihlah pantai yang sepi, tapi aksesnya juga mudah. Tak perlu trekking jauh untuk menggapainya, tak perlu jalan panjang untuk menujunya. Ingat bahwa, kalian ingin camping ceria, untuk kesan pertama, tak perlulah buang tenaga untuk hal yang bisa didapatkan dengan akses mudah.

2. Perhatikan kondisi cuaca dan angin. Musim terbaik berkunjung ke pantai adalah saat musim panas. Sungguh, kita tidak bakal bisa melakukan apa-apa seandainya seharian hujan tiba.

3. Perhatikan juga lokasi saat mendirikan tenda, carilah lokasi yang sekiranya aman. Tanah yang agak lapang misalnya. Jangan mendirikan tenda persis di bawah pohon, rindang memang saat panas tiba, namun lain cerita kalau angin kencang menerpa.

4. Tidak salahnya untuk mempersiapkan air mineral yang cukup. Di beberapa pantai yang sepi dan belum dikelola warga atau pemerintah setempat, hampir susah menemukan air bersih.

5. Siapa yang tak tahan bermain air dengan deburan ombak di pantai? Saran saya, tidak perlu berenang di bibir pantai jika dirasa ombaknya terlalu kencang.

6. Selalu ingat dan terapkan: “Jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan mengambil apapun selain foto, jangan membunuh apapun selain waktu, dan jangan membakar apapun selain semangat”. Kecuali bakar kayu buat api unggun ya. 😀

Dan terakhir, selamat mencoba camping di pantai! 😉

3 thoughts on “Alasan Kenapa Kalian Harus Mencoba Camping di Pantai

Leave a Reply