Air Terjun Haratai, Yang Tak Tersembunyi, Tapi Selalu Sepi5 min read

Saya ingat betul ketika pertama kali berkunjung ke Air Terjun Haratai yang berada di Loksado. Sekitar 10 tahun yang lalu ketika masih duduk di bangku sekolah. Adapun kunjungan tersebut dalam rangka wisata sekolah satu angkatan. Ramai-ramai menginap di perumahan warga dan menyatu dengan budaya masyarakatnya.

Air Terjun Haratai
Air Terjun Haratai

***

Nama Haratai sendiri diambil dari nama desa di mana air terjun tersebut berada. Beberapa orang menyebutnya sebagai Desa (Perkampungan) Dayak Haratai. Butuh waktu kurang lebih 20-30 menit menggunakan kendaraan bermotor untuk sampai ke lokasi dari Desa Tanuhi. Lokasinya sendiri hanya bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat dipastikan tidak muat untuk melewati jalan ini.

Jika tidak punya kendaraan pribadi, selalu tersedia jasa ojek dari warga lokal dengan biaya Rp.50.000 (tahun 2014) untuk pergi-pulang. Jika ingin berhemat sehemat-hematnya, bisa juga berjalan kaki untuk sampai ke lokasi.

Ruas jalannya yang sempit cukup menakutkan untuk dilewati apalagi dalam kondisi hujan. Ditambah kondisi jalannya yang naik turun dan sesekali bakal ditemui tikungan tajam. Tak sampai di situ, suasananya yang cukup sepi membuat rasa takut menyelimuti diri. Seringkali, kita dibuat gemetar ketika melewati beberapa jembatan yang kondisinya kurang bagus. Ya, sepanjang perjalanan, ada mungkin sepuluh jembatan yang bakal dilewati. Wajar saja, kawasan tersebut merupakan daerah aliran sungai.

Salah satu jembatan di sepanjang jalan
Salah satu jembatan di sepanjang jalan

Sesekali, kita bakal bertemu dengan seorang atau sepasang bule yang berjalan kaki berangkat/kembali dari Air Terjun Haratai ditemani pemandu Lokal. Begitulah Loksado, walau tidak seindah Bali atau Jogjakarta, kawasan ini seringkali dijadikan destinasi bulan madu pelancong mancanegara.

Selain Air Terjun Haratai, terdapat air terjun lainnya di sekitar sana dengan lokasi desa yang berbeda. Ialah Air Terjun Riam Anai dengan ketinggian 4 meter, serta Air Terjun Kilat Api.

Air Terjun Haratai bertingkat tiga dgn ketinggian masing-masing seputar 13 meter. Dibawahnya terdapat telaga yg bakal difungsikan buat mandi atau sekedar berendam. Air terjun ini berada di jajaran Pegunungan Meratus, di kawasan wisata Loksado.

Epictio

***

Kali kedua ke sana libur lebaran tahun 2014. Masih penasaran dengan keindahannya tapi malas berangkat sendirian, jadilah ke sana diantar Bapak. Berdua menyusuri jalan perbukitan nan menakutkan menuju Kecamatan Loksado untuk selanjutnya hunting foto di Air Terjun Haratai.

img_0022_26558371665_o

Februari 2016 ketika pulang ke Kalimantan Selatan bersama calon istri (sudah sah sebagai istri saat ini), saya sempat kebingungan mengajak jalan-jalan ke mana. Salah satu tujuan yang menarik adalah Bukit Langara. Karena lokasi Bukit Langara masih di areal Loksado, maka Air Terjun Haratai saya jadikan destinasi berikutnya (lagi).

Jadi, terhitung sudah tiga kali saya mengunjungi Air Terjun Haratai. Selama beberapa kali kunjungan tersebut, baik yang pertama sampai dengan yang terakhir, tidak pernah mendapati air terjun ini ramai dikunjungi. Baik itu dalam kondisi libur akhir pekan, apalagi di hari kerja. Saya berharap, paling tidak menemui 10 wisatawan yang asik berfoto ria di pinggiran sungai.

Gerbang masuk Air Terjun Haratai. Sumber: http://eviretna89mytripventure.blogspot.co.id/2014/11/air-terjun-haratai-loksado-kalimantan.html
Gerbang masuk Air Terjun Haratai. Sumber: s.id/d4K

Menurut opini, ada dua hal yang menyebabkan Air Terjun Haratai kurang ramai dikunjungi Wisatawan.

Pertama, pesonanya kalah oleh Bamboo Rafting yang ada di Desa Tanuhi. Walau sebenarnya, kedua wisata dan wahana ini bisa dilakukan pada hari yang sama. Namun, Bamboo Rafting cukup melelahkan sehingga membuat beberapa orang malas melakukan kegiatan lainnya selesainya menyusuri sungai dengan rakit. Selain Bamboo Rafting, ada destinasi lain yang tak kalah indah, ialah Bukit Langara seperti yang saya sebutkan di atas.

Bambo rafting di Loksado. Sumber: http://marischkaprudence.blogspot.co.id/2015/04/drifting-with-bamboo-loksado-bamboo.html
Bambo rafting di Loksado. Sumber: s.id/d4L

Kedua, orang takut bepergian ke sana. Ya, takut dalam artian sebenarnya tanpa dibuat-buat.

Pada dasarnya, Air Terjun Haratai cukup eksotis untuk dikunjungi. Kondisi airnya yang tak menghanyutkan, dapat dimanfaatkan untuk berenang. Sayangnya, karena berita buruk beberapa waktu lalu, perampokan sekaligus pembunuhan di area sana, menyebabkan beberapa orang merasa takut untuk berkunjung. Takut terjadi apa-apa, kata mereka.

Di jalan kita akan menemukan perkampungan yang dihuni oleh Suku Dayak Meratus, rumah-rumah adat dayak untuk upacara aruh juga akan kita temukan di sini. Rata-rata penduduk sekitar Loksado berkebun kayu manis, jadi jangan heran kalau dibahu jalan banyak berjejer kayu manis yang dikeringkan. Dan menurut saya, kondisi di sini masih sangat asri dan alami.

Evi Retna

Memang, soal keamanan ini harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah setempat apabila serius menggarap wisata alam tersebut. Kalau saya bilang susah, ya memang pada dasarnya begitu. Sepanjang jalan sejauh kurang lebih 8 kilometer dari desa terluar menuju air terjun, jarang sekali kita temui orang-orang lalu lalang di jalanan. Perkampungan pun masih bisa dihitung dengan jari dengan penduduknya yang tidak padat. Kalau terjadi apa-apa, akan susah sekali mencari pertolongan bukan?

Perkampungan Dayak Haratai
Perkampungan Dayak Haratai

Air Terjun Haratai sudah dari lama sekali dipersiapkan sebagai salah satu wisata andalan, mulai dari adanya gerbang selamat datang lengkap dengan loket pembelian karcis. Kondisinya makin lama semakin mengkhwatirkan, kosong ditumbuhi lumut hampir semua sisi tembok. Kurang dirawat dan hanya pada hari-hari tertentu ada penjaganya. Pun begitu dengan fasilitas yang ada di sekitar air terjun, seperti gazebo dan dan toilet umum misalnya, kotor dan jadi media bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuat coretan di sana.

Belakangan seiring bertumbuhnya kesadaran masyarakat untuk jalan-jalan (salah satunya karena terpengaruh acara MTMA), makin banyak pula air terjun di Kalimantan Selatan yang dijelajahi. Hal ini saya ketahui dari unggahan beberapa teman saya yang demen jalan-jalan. Sayangnya, pesona Air Terjun Haratai tidak berubah, tetap begitu saja dengan kesannya yang indah, tapi menakutkan.

Kalau diberi kesempatan berkunjung ke Loksado, apakah kalian akan mampir sejenak ke Air Terjun Haratai? Kenapa?

3 thoughts on “Air Terjun Haratai, Yang Tak Tersembunyi, Tapi Selalu Sepi

    1. Iya benar, bersih banget. Karena ga da yang buang sampah sembarangan. Airnya juga dingin banget. Mandi satu jam di sini bakal bibir membiru. 😀

      Ada banyak jembatan loh di sana Mbak, ini salah satu yang cukup eksotis menurut saya. 😀

  1. Ketika suatu tempat sudah terekspos, kita harus siap-siap dengan perubahan yang terjadi. Harus lebih paham bagaimana membuat lokasi tersebut tetap nyaman dan bersih 🙂

Leave a Reply